HASIL GUA NGEBLOG DAN SEDIKIT PERCAMPURAN BLOG LAIN

Selasa, 26 Februari 2013

Di Barito Dalam Suatu Sore

sore di Barito, tak ada angin, hanya langit kuning muda
dilapis iring-iringan awan yang pecah serupa napasku
saat memanggilmu

sore di Barito, kolam ikan perlahan kita kunjungi padahal senja sedang lupa kepada jeda. Mungkin karena jeda sedang bermain di antara kita

sore di tempat ini tak meneduhkan hatiku. Hanya menemaram di mata, memudar di dada, menghangat di ujung-ujung jemari. Kaukah itu?

sore seperti ini terlalu ramai, semacam lagu pertamayang tak ingin kunyanyikan tapi kau terlanjur membuatnya demikian merdu

dan sore itu aku berkata “Maukah kau menjadi pacarku?”

Begini senjaku


begini senjaku, Intan. saat suka tak lagi mengenal waktu dan penantian terasa abadi, sementara merah bukan lagi darah tapi sepi yang enggan pergi, mungkin di sebuah tempat ini aku berdiri kau akan menyaksikan satu-dua kalimat antah berantah mengangkut pulang kenangan entah milik siapa, milik aku yang telah lama tenggelam di dasar diammu, atau milikmu yang telah terbang bersama serak suaraku

mengucapkan perpertemuan yang kita tau sama-sama berat
mengucapkannya lirih dalam satu pelukan
yang tak bisa lebih erat

begini senjaku, Intan. mungkin di persinggahan ini kau tak akan bertemu aku, hanya menghitung detik demi detik dengan lancang berkejaran dan mengharapkannya mati atau beku. tapi ada beberapa pertemuan yang tak boleh terjadi karena luka setelahnya akan membuat sepi di bibir kita saling mengucap benci.

biarlah hening yang kau dan aku simpan berlayar dalam kapal yang berbeda
biarlah cahaya yang jingga menyala di matamu pergi, Intan
itu bukan senja kita

Senin, 11 Februari 2013

Lestarikan Penjual Nasi Uduk dan Lontong Sayur

Kutipan gua di atas memang sedikit gila, stoooop! itu bukan kata kata gua melainkan sebuah PM di status BBM temen gua yang buat dan gua coba ngembangin disini, kenapa? yaps itu jawabnya karena gua mau (Para Tukang Nasi Uduk dan Lontong Sayur Dilestarikan) karena apa sekarang memang era modern sarapan juga ngaruh dalam kehidupan!


Ini foto penjual nasi uduk dan lontong sayur yang selama pagi akhir akhir ini jarang keliatan ....!












Kemana mana para penjual penjual itu?
Naik Haji terus ga pulang pulang?
Cuti ga dagang bersama?
Atau udeh males jualan karena peminat sarapan murah meriah ini menurun?
Ya benar sekali yang opsi yang ketiga.

Bagi gua ini sebuah penyesalan... kenapa coba mesti berkurang peminatnya, padahalkan 5000 udeh lengkap pakai nasi, bawang, tahu/kentang, kerupuk, telor.
Begitu juga lontong sayur, apa kurang panjang lontongnya? atau kurang keras lontongnya, ataaaaaau bentuk lontongnya yang salah? lontong ya lonjong kalau ga lonjong yaaaa... HAHAHAHAHA

Tetapi ya sudahlah, tadinya gua mau jelek jelekin sarapan produk luar tapi ngeri di cekal :)